Kamis, 19 Desember 2019

Perusahaan Sukanto Tanoto Cetak Bibit Unggul Eukaliptus dengan Teknik Kultur Jaringan


Sumber: tagar.id

APRIL Group, unit bisnis Royal Golden Eagle yang didirikan oleh Sukanto Tanoto ini telah lama dikenal sebagai salah satu produsen pulp dan kertas terbesar di dunia. Dalam satu tahunnya saja, APRIL Group mampu memproduksi 2,8 juta pulp dan 1,15 juta ton kertas. Salah satu produknya, yakni PaperOne bahkan telah digunakan oleh jutaan orang di lebih dari 70 negara.

Dalam menjalankan operasional produksinya, APRIL Group selalu berpegang pada prinsip-prinsip keberlanjutan. Hal tersebut juga diamini oleh salah satu anak usahanya, yakni PT RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper). Untuk mencetak bibit eukaliptus unggulan, teknik kultur jaringan pun dipilih untuk meningkatkan efisiensi produksinya.

Teknik Kultur Jaringan dalam Mencetak Bibit Eukaliptus


APRIL Group merupakan salah satu perusahaan yang menerapkan praktek produksi yang terintegrasi mulai dari hulu hingga ke hilir. Mulai dari pembibitan bahan baku hingga menjadi produk pulp dan kertas, semua dilakukan secara mandiri.

Untuk meningkatkan efisiensi produksi, unit bisnis Sukanto Tanoto ini pun terus berinovasi. Hal senada juga dilakukan dalam proses pembibitan bibit eukaliptus yang merupakan bahan baku pulp dan kertas APRIL Group.

Dalam menghasilkan bibit eukaliptus unggulan, anak usaha APRIL Group, yakni PT RAPP menerapkan kebijakan yang sangat ketat. Bibit eukaliptus dikembangkan dan diseleksi. Bibit-bibit yang karakteristiknya sesuai dengan kebutuhan industri akan dipilih. Dari sini, bibit yang telah diseleksi akan diperbanyak dengan menggunakan teknik kultur jaringan.

Teknik kultur jaringan merupakan sebuah teknik untuk memperbanyak tanaman dengan cara menumbuhkan sel, jaringan ataupun organ tanaman pada media yang steril. Teknik ini memungkinkan penurunan sifat tanaman secara 100%. Dengan teknik kultur jaringan, bibit yang dihasilkan dari satu lembar daun bisa mencapai 100.000 bibit tanaman.

Potensi teknik kultur jaringan dalam meningkatkan efisiensi produksi disambut oleh PT RAPP dengan langkah yang cukup berani. Dengan membangun Kerinci Tissue Culture (KTC) Laboratory, pembibitan eukaliptus dilakukan dengan skala yang jauh lebih besar.

Kerinci Tissue Culture Laboratory Sebagai Pusat Pembibitan Eukaliptus APRIL Group


Kerinci Tissue Culture Laboratory merupakan sebuah inovasi dalam dunia industri. Laboratorium ini dibangun di kawasan kompleks PT RAPP yang terletak di Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau.

Di dalam laboratorium yang dibangun oleh perusahaan Sukanto Tanoto tersebut, sedikitnya terdapat 16 growth room. Di sinilah proses pembibitan bibit eukaliptus dilakukan. Dengan 16 growth room, laboratorium ini mampu menghasilkan 36 juta bibit eukaliptus setiap tahunnya.

Peresmian Kerinci Tissue Culture Laboratory ini sudah dilakukan pada 1 September 2019 lalu. Menristekdikti Mohamad Nasir sendirilah yang meresmikannya. Dalam peresmian tersebut, Menristekdikti mengapresiasi apa yang dilakukan oleh APRIL Group, khususnya PT RAPP. Menurutnya, inovasi bioteknologi dalam dunia industri memang sangat penting.

Melalui inovasi, tingkat produksi akan semakin meningkat. Di sisi lain, inovasi juga mendorong efisiensi. Hal ini tidak hanya berdampak baik pada perusahaan. Inovasi juga dapat memberi dampak positif bagi lingkungan.

Efisiensi produksi menjadi salah satu cara perusahaan Sukanto Tanoto dalam mewujudkan operasional yang berkelanjutan. Selain terus berinovasi guna meningkatkan efisiensi, APRIL Group juga menerapkan kebijakan zero waste yang cukup ketat. Hal ini diwujudkan dalam hal pemanfaatan air.

Dalam industri pulp dan kertas, air menjadi salah satu komponen yang sangat vital. Jumlah air yang dibutuhkan dalam proses produksi juga sangat besar.

Seiring dengan banyaknya jumlah produksi suatu industri, tingkat kebutuhan air dan limbah yang dihasilkan juga semakin tinggi. Untuk itulah, unit bisnis Sukanto Tanoto yang satu ini selalu menjaga penggunaan airnya agar sesuai dengan peraturan. Dengan daur ulang, limbah yang dihasilkan juga dapat ditekan.

0 komentar:

Posting Komentar